Amarah
- rahmafachrunisa
- Feb 25, 2020
- 1 min read
Luka akan menimbulkan amarah.
Dan dalam kehidupan ini, setiap orang terus melakukan kesalahan.
Yang seringkali menimbulkan luka pada orang lain.
Tidak hanya luka fisik.
Ada luka yang lebih menyakitkan.
Menjangkiti tanpa disadari.
Menusuk tanpa diketahui.
Yakni luka batin.
Semakin banyak luka batin pada seseorang.
Rasanya wajar jika amarah yang muncul juga semakin besar.
Amarah yang terkubur dalam jiwa.
Namun mampu mengambil alih perilakumu.
Sekarang saya paham.
Mengapa mereka berkata bahwa orang yang mampu menahan amarah adalah orang yang paling kuat.
Menahan monster dalam diri.
Dan tetap memegang kendali.
Di balik besarnya amarah tersebut.
Orang kuat tersebut memilih untuk tidak membalas.
Karena ia mengetahui adanya pihak lain yang lebih Agung dan Adil dalam menilai kesalahan orang lain padanya.
Di balik besarnya amarah tersebut.
Orang kuat tersebut memilih untuk tetap teguh dalam harapan.
Bahwa kelapangan hati adalah jalan keluar.
Yang takkan lagi menimbulkan korban.
Di balik besarnya amarah tersebut.
Orang kuat tersebut memilih cara lain untuk mengobati lukanya.
Karena ia tahu bahwa amarah hanya akan menutup lukanya secara sementara.
Ia memilih untuk memaafkan.
Di balik besarnya amarah tersebut.
Orang kuat tersebut memilih mengambil peran.
Sebagai pemutus siklus amarah.
Karena ia menyadari bahwa amarahnya hanya akan menimbulkan amarah yang lain.
Yang juga akan menimbulkan amarah lain.
Tanpa akhir.
Di balik besarnya amarah tersebut.
Orang kuat tersebut tidak mengutamakan egonya.
Namun memikirkan kebaikan bersama.
Di tengah rasa sakitnya.
Di balik besarnya amarah tersebut.
Ia, Si Orang Kuat, mendudukkan kembali dirinya.
Dan mengobati lukanya.
Tidak apa-apa jika muncul amarah dalam batinmu karena luka yang ada.
Namun dengannya, kau juga memiliki katalisator kesempatan.
Untuk menjadikan dirimu lebih kuat.
Bagimu yang sedang berusaha mengendalikan amarah.
Terima kasih untuk menjadi kuat.
Comments